Pemflet cinta, sebuah puisi dari Rendra

Malam tadi, seperti biasa aku pasti akan log on ke Facebook sambil rapi rumah. terkejut aku melihat status temanku  menulis tentang tribute buat Rendra. ada juga yg chat dgnku dan memberitahu hal yg sama… rendra meninggal. Aku turut ikut berduka cita. dan aku mengambil waktuku sedikit hari ini, untuk post puisinya di sini. ini beberapa baris kata2 dari puisi “pemplet cinta” .teman2 boleh baca lanjut di page [“terbangkan aku ke langit”] –judul: Tribute buat Rendra

“Kata-kata telah dilawan dengan senjata.

Aku muak dengan gaya keamanan semacam ini.

Kenapa keamanan justeru menciptakan ketakutan dan ketegangan.

Sumber keamanan seharusnya hukum dan akal sihat.

Keamanan yang berdasarkan senjata dan kekuasaan adalah penindasan.

Suatu malam aku mandi di lautan.

Sepi menjadi kaca.

Bunga-bungaan yang ajaib bertebaran di langit.

Aku inginkan kamu, tetapi kamu tidak ada.

Sepi menjadi kaca.

Apa yang bisa dilakukan oleh penyair

Bila setiap kata telah dilawan dengan kekuasaan?

Udara penuh rasa curiga.

Tegur sapa tanpa jaminan.

Air lautan berkilat-kilat.

Suara lautan adalah suara kesepian

Dan lalu muncul wajahmu.

Kamu menjadi makna.

Makna menjadi harapan

.… Sebenarnya apakah harapan?”

Baca puisi Bung Rendra: Pemplet Cinta