#WijiThukul- Meditasi Membaca Buku

969072_10151473028487883_46256818_n

Buku Membuat aku jadi peribadi sendiri
Aku terpisah dari orang-orang
yang bekerja membangun dunia
Dengan pakul palu peluh dan tenaga
Aku merasa lebih mulia
Kerana memiliki pengetahuan dan
mampu membeli
Aku merasa plus dan tak rendah diri
Lebih dari yang lain
Biarpun tak menidakkan apa-apa

Aku bisa membuat alasan
Aku jadi lebih pintar berargumentasi
dan diskusi panjang lebar
biarpun tidak menidakkan apa-apa

Aku kenal penyair-penyair besar
Dan merasa lebijh berarti
Aku mengangguk-anggguk saja mengantuk
Mengagumi orang-orang besar
pikiranku meloncat-loncat
Mencengkal rumus-rumus
Dengan kepercayaan yang tulus
Lalu merasa lain dari yang kelmarin
Dan lebih ilmiah
biarpun tidak menidakkan apa-apa
Dan tak berani menolak perintah
apalagi membangkang si pemerintah
Yang tak berakal sehat

Buku membuat tanganku tak kotor
Aku merasa takut kotor
Dan disebut tukang
Dengan kalian yang bekerja
Mengali jalan-jalan untuk telephone
Yang bekerja dengan pukul palu peluh dan tenaga
Mendirikan gedung-gedung bagus dan kantor negara

buku-buku mendudukan aku di
tempat yang tak boleh diganggu
saudara-saudar bangunkan aku

(soragenen, 14 Maret 1988)

-puisi Wiji Thukul yang diambil dari “Para Jendral Marah-Marah” kumpulan puisi wiji thukul dalam pelarian