Habis Kata

Saat semuanya jadi tuli
dan akal habis kata-kata …
lebih baik mati rasa dan kurung jiwa.
mungkin puisiku  lahir dari hati kaku
lelah, putus asa
apakah mampu puisiku bersuara?
atau hanya sekadar pertemuan kata-kata
dan perjodohan makna-makna?

Hati kaku bosan dengan kondisi negara
hal remeh yang sering dibesar-besarkan
para idiot parlimen dan pemuja2 mereka
yang obsess, tak layak kau persoalkan
berlagak seperti tuhan
merasa hero dan superior dengan laungan propagandanya
tidak sadar padahal diperbodohkan & diperjudikan
atas nama bangsa,bangsa, bangsa… dan agama…
ahhh iya…agama, agama sudah jadi aturan milik mereka
si punya kuasa dan si para sorban memegang rotan
hal agama di institusi dan politikkan
tuhan diperdagangkan

kita masih kerja  siang dan malam,
pagi ke petang
lelah tak sudah
lelah buat siapa? keluarga?
tidak sayang… untungnya kan semua kepoket mereka
kau senyumlah tanpa makna.

ingin aku tetap jadi manusia
dalam kacau hidup ini
menanam rasa rindu dalam hati
apakah rindu wujud pada hati yang kaku
atau Rindu hanyalah aturan abjad-abjad
tanpa sebarang makna jika tak punya rasa.

mau ku punya rasa cinta
tapi pikiran sudah buntu dengan perkataan C.I.N.T.A …
sampai satu tahap
bagi aku cinta hanyalah ciptaan konsep dari manusia
yg ingin jiwanya dimiliki yang sebetulnya sendiri
saat dah memiliki
akan menjadi possesif dan obsessif

itu lah manusia,
semuanya tentang memiliki dan menguasai
padahal cinta haruslah bebas
mencintai dan dicintai
apakah wujud rasa suci seperti itu
dalam diri aku, aku juga tak tau…
apa kah wujud cinta
dalam hidup ini?

Dan hidup…
Ahhh hidup
adalah piring kotor yg selalu harus cuci.

ah sudahlah…biar aku tidur,
pasti esok hal bodoh dan sama lagi
mutar di akhbar, online dan TV.
persetan dengan semua ini
aku memilih dikebun dan ngopi!

 

ili