#AnonymousRebelCinta

blue

Sendiri dalam keramaian.
Sepi dalam kebisingan kota.
Sambil Berdansa aku mengharungi robot nya kehidupan harian kita,
Dan Menyanyi dalam kaku jiwa bekerja
Haru biru kesibukan kota…

Mati rasa, dalam kota tanpa jiwa
Kadang aku tidak faham rasa ini,
Sepertinya ada sesuatu aneh
Yang aku mau katakan
seprtinya hati ini perlu teman

kita sering tertawa, bercakap konyol
Tak peduli sesiapa,
Bercengkerama di alam maya
hanya kita berdua
Tapi Secara realitinya
Kamu dan aku berbeza,

Kamu meletakkan impian kecil diantara manifesto
karut- badut-badut negara
murah dimulut, mahal timbangannya
Yang hanya mengoyangkan lidah sahaja,
di medan circus manusia.
Buat aku, siapa yang berkata harus berkota.

badut negara, adalah sampah
Harapanku sudah aku tanam dikebun nyata,
tidak mampu dibeli
Dgn kata-kata manis
nafsu kering belaka
hanya buat kuasa mereka

Diantara kata-kata mereka yg basi
menabur harapan yang hampir musnah
Kita bercanda dan tertawa
Mendekatkan jiwa yg terluka
Kita tidak pernah mengungkap apa-apa
Cuma satu malam itu,
kau berbicara tentang cinta.
Hal yang absolute dan bahaya

Kau kata, cinta abadi adalah cinta yg tak dimiliki
Ia kekal manis dlm ingatan

Aku ingat rasa dan momen itu
Bahagianya seperti saat tumbuhnya anak pohon dr biji yg disemai
saat gersangnya tanaman dibasahi dengan tetesan air hujan,
Saat cinta pertama, diam-diam  berpegangan tangan
Ia sesuatu keindahan yg tak terungkap,
tidak terjangkau dari pikiran
Ia sesuatu yg bukan di rancang,

Itu cinta, yang hadir diantara momen dan rasa.
Yang tak mampu kita ungkap dengan kata-kata
Tiga suku bulan purnama,
kau kata,” indahnya awan2 berjalur menemani bulan sepi..”
Dan waktu itu kita bermimpi.

(Ili-sri kembangan Feb 2013)