berlian dan sepiring nasi

 
saat hidup makin menjerat
perkataan tidak lagi bercumbu
apa lagi bercinta membentuk kata-kata
apa mampu puisiku
mempunyai makna?
dalam kehidupan banal
yang tak kuncung sudah

 
apa lagi yang harus aku keluhkan?
siapa juga yang mau mendengar?
cerita sadis tentang susah cari makan
gara-gara harga barang
dan hidup makin payah
serba mahal
hal keperluan harian
sudah seperti harga cincin berlian

 
malam-malam
diam-diam
mengira wang saku buat kerja
untung-untung ada balnce dari duit belanja
ikat perut sudah perkara biasa
wajah dimuka senyum tanpa makna

 
ahh sudahlah
mampukah puisiku berkata-kata?
apa lagi memberi aku sepiring nasi
buat aku dan anak-anak

Advertisements

One thought on “berlian dan sepiring nasi

Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: