screen yang menyala itu

After Blue Period. What's your Status: In a relationship (are you?), What's your Status: In a relationship (are you?) | self-potrait using webcam | edit using Snapseed (freeapp) | price: priceless ‪#‎selfieprotest‬| self-potrait using webcam | edit using Snapseed (freeapp) | price: priceless ‪#‎selfieprotest‬

After Blue Period. What’s your Status: In a relationship (are you?)  | self-potrait using webcam | price: priceless ‪#‎selfieprotest‬ | 2014

 

Mati akal dalam hidup
Mati akal… mati jiwa
Adakah aku hidup?
Masih hidup…
setiap hari buka mata
pikiran hanya
kerja untuk wang,
wang untuk hidup
atau
hidup untuk wang?
aku juga jadi bingung
tiada jawapan selain meneruskan
jalan…jalan…
dan terus jalan…

Denyut jantung tanpa ritma
semuanya mendatar….
Mendatar
Tawar rasa
Hidup penuh agenda
ya, begitulah akhirnya
nama juga berkerja

Aku teriak dalam kebisuan kata,
bising kota dalam sepi jiwa
jiwa yang sudah hilang warnanya
hati beku kaku kelabu
menjadi kosong…
kosong…kosong…

Semua sibuk
sibuk dengan diri,
diri sendiri…
sendiri melayan diri
jalan menunduk, semua menunduk..tunduk
tunduk seperti akur…akur..akur…

kadang bersenggolan bahu, juga buat tak tahu…
kau lebih sopan pada screen yang menyala itu
aku melihat, tidak lagi aku di mata kamu
mata kamu hanya lekat melolot pada screen menyala itu
senyumlah…
mungkin kita lupa bagaimana cara tersenyum
sedang kita asik menghantar wajah orang kuning
orang kuning yang mewakili perasaan kita
pada screen yang menyala itu
oh orang itu punya nama
antaranya smiley dan emoticon

kata kata suci antara hati dua kekasih
seperti i love you, i miss you
juga kau lafazkan pada screen yang menyala itu.
jiwa kita lebih bahagia saat menerima pesanan ringkas
si wakil perasan manusia yang digantikan
dengan “emoticon” dan smiley
Kita merasakan pasangan lebih jujur mengucapkannya
pada screen…
screen yang menyala itu!

dan pada akhirnya
aku juga seperti itu
menjadi bahagian dari kehidupan itu
semakin lama aku bercinta dengan screen yang menyala itu
Alam sepertinya tidak lagi mahu berteman
pada manusia yang semakin melupakan
melupakan bagaimana untuk hidup
merasa hidup…. kita yang merasa hidup
padahal tewas dalam kaku dan banal hidup.

ili
21-01-14 | Serdang