Teman

teman
kadang hati mau bicara …
tapi akal menguasai rasa
merasa tau semuanya
dan lupa
ia berkata tanpa pakai rasa

teman
saat ego menguasai semua
kita kadang lupa
makna pertemanan itu
kerana ego mengatasnamakan
“aku” dari “kita”
konteks bicara kita cuma sebatas
hitam dan putihnya
tanpa memahami warna-warna
yang mewujukan cabaran dan permasalahan itu
kerana kita bicara untuk menjawab
bukan untuk memahaminya.

teman
saat akal mulai diam
hati perlahan tidak merasa
kehilangan jiwa
kerana hidup banyak kecewa
lelah
akal tidak henti berfikir
badan lemah tetap bekerja
sampai lupa hati
bagaimana merasa
pada hal kecil
yang jauh menghidupkan kita
dari perkara besar yang kita kejar untuk apa
sampai lupa fikir
hidup bukan cuma “aku”
tapi “kita”

dalam apapun jalanmu
semoga akal dan hatimu tetap satu
dalam mencari erti hidup
semoga akal dan hatimu tetap satu
dalam menikmati makna cinta
semoga akal dan hatimu tetap satu
kekal
menjadi manusia punya rasa
kekalkan akal dan hati menjadi satu
seperti mana aku
mengenal kamu.

 

ili | 1 July 2014