Selamat menuju kematian

Masa depan apakah yang tinggal untuk anak-anak;
jika pelaburan pembangunan adalah
pengkhianatan manusia pada alam
yang memberikan kehidupan.

mungkin kau melihat mereka
yang berbakti pada alam,
dengan menanam dan hidup bersama dengan aturan alam itu….
daif, tidak maju,ketinggalan zaman, miskin, kampungan…
Dengan segala keyakinan mu,
yang berkiblat pada wang dan kekayaan duniawi.

kita hidup sekarang,
dalam sebuah sistem yang menjanjikan kata banyak orang…
persoalan aku, menjanjikan untuk siapa?
jika hutan semua habis ditebang…
sungai habis kering…
udara habis kotor….
lautan penuh sampah…
tanah perlahan mati
tanpa hidupannya
siapa penyebabnya?
apakah akibatnya?

semua hidupan alam,
kitaran hidup ini…
dihancurkan…
untuk kitaran wang,
untuk kitaran modal,
rutin banal membodohkan…
demi keberlangsungan hidup dari
sebuah kitaran ciptaan manusia yang
menghidupkan lingkaran setan….
yang di  sembah hanya
kekayaan harta benda dan wang…
buat kekayaan diri,
tanpa memikirkan alam dan kebersamaan.

keuntungan adalah landasan hidayah mu,
jumlah wang dalam akaun bank
adalah catatan pahalamu…
tanpa sadar…
kita berhutang pada alam.

Kita membenarkan  alam diperkosa,
kerana taksubnya manusia dengan kekayaan duniawi semata-mata,
atau dengan sombong kita menutup mata …
ingatlah;
saat wang yang kau sembah,
hilang nilainya…
aku pertanyakan hal yang sama….
masa depan apakah yang kalian tinggalkan buat anak-anak,
saat yang tersisa hanyalah tanah yang mati?
punah …
dan kiamat adalah ciptaan yang kalian ciptakan sendiri…selamat menuju kematian.

image/Artwork by:
Mario Sanchez Nevado| Betrayal
credit artwork source: http://aegis-strife.net/betrayal-global-warming-illustration